Archive

Archive for the ‘Catatan Harian’ Category

celana dalam

October 19th, 2008

Modelnya bagus-bagus ya.
Ada yang warna merah ga?
Yang model ini ada warna apa aja?

Kurang lebih seperti itulah percakapan antar wanita yang sedang menjual dan membeli ‘celana dalam’. Kemarin saya pergi hangout dengan beberapa teman, dan sesaat setelah makan siang terjadilah transaksi menjual dan membeli celana dalam. Saya pribadi sebagai seorang laki-laki, menarik melihat bagaimana para wanita dalam menentukan pilihan terhadap celana dalam. Model dan warna menjadi faktor penentu sebuah ‘celana dalam’ akan dibeli atau tdak. Padahal kalau dipikir-pikir, yang namanya celana dalam, adalah pakaian yang di pakai di bagian dalam dan tidak terlihat dari luar. Jadi, semenarik apapun model dan warnanya, tidak akan ada yang tahu (kecuali yang pakai) kalau pakaian luar tidak dilepas. Tapi tetap saja memilih celana dalam adalah kegiatan yang menarik bagi para wanita, yang membuat saya berkesimpulan, celana dalam yang berkualitas dan model yang bagus dapat menambah percaya diri seorang wanita.

Lain halnya dengan pria, seingat saya sih kita kaum pria tidak pernah membicarakan soal celana dalam. ;-) Bagi saya (dan mungkin para pria-pria lainnya) yang penting adalah kenyamanan saat di pakai, tidak peduli warna ataupun modelnya.

Catatan Harian

reuni atau kumpul-kumpul?

October 12th, 2008

Yang ada di pikiran saya ketika mendengar kata reuni, adalah suatu acara pertemuan dengan teman-teman sekolah ataupun kuliah yang sudah tahunan tidak bertemu. Nah, kalau pertemuan tersebut menjadi acara yang rutin atau sering diadakan paling tidak satu bulan sekali, apakah masih bisa disebut reunian? Mungkin lebih tepat kalau di sebut kumpul-kumpul.

Saya pernah bersekolah di SDN 47 Gorontalo selama kurang lebih satu tahun. Saya pribadi, bisa di katakan sudah tidak terlalu ingat siapa-siapa saja teman-teman saya ketika itu. Tapi berkat bantuan internet, atau lebih tepatnya friendster, salah satu teman saya berhasil menemukan saya sehingga akhirnya saya bisa reunian dengan teman-teman yang lainnya. Sejak saat itu, kami sering berkomunikasi dan mengadakan reuni-reuni-an, yang kalau menurut saya lebih tepat disebut kumpul-kumpul.

Hari sabtu kemarin, kami kembali bertemu *entah yang ke berapa kalinya* di Mall Taman Anggrek, walau hanya terdiri dari enam orang. Pertemuan di mulai sekitar jam 2.30, dengan makan siang di sebuah restoran Jepang.

Setelah kenyang dan puas foto-foto, akhirnya kami melanjutkan obrolan kami di sebuah coffe shop. Bahan obrolan seolah tak pernah ada habisnya, dari bisnis voucher pulsa isi ulang *berhubung salah satu dari kami ada yang mulai berjualan pulsa* :-p , pekerjaan, kepribadian dan … seputar sex. Oya, berhubung sebagian besar dari kami saat ini berstatus Jomblo, maka tercetuslah sebuah ide yang cukup menarik, yaitu: “bagaimana kalau lain kali kita ngumpul, masing-masing dari kita wajib bawa pasangan *walaupun bukan pacar*?” Nah, nanti kan bisa saling berkenalan tuh, selain menambah teman, siapa tau bisa dapet jodoh… bagaimana teman-teman? ^.^

Selain itu, kita juga bernostalgia dengan menggambar peta kota Gorontalo di mulai dari SDN 47 Gorontalo, sampai rumah kami masing-masing. Kami juga menggambar silsilah keluarga, yang mana ternyata beberapa dari kami masih punya hubungan kekeluargaan kalau ditelusuri sampai hubungan kelurga antara kakek dan nenek kita. Ternyata dunia memang sempit.

Berikut ini adalah hasil corat coret selama ngopi, menggunakan tatakan kertas yang ada di nampan.


Melihat kepribadian dan meramal masa depan melalui tanda tangan ;-)


Peta Gorontalo


Lanjutan peta Gorontalo dan Silsilah Keluarga

Akhirnya, pertemuan ini ditutup sekitar jam 7.30, ketika bus jemputan Lippo Karawaci datang menjemput salah satu (atau dua) dari kami…

Catatan Harian, Photolog , , ,

Crazy Sandal = Sandal Gaul

September 27th, 2008

Hari Kamis kemarin, setelah selesai meeting Essential Toastmasters Club, ada teman sesama member Toastmasters yang menawarkan sebuah sendal yang unik seperti gambar di samping. Keunikannya adalah warna yang berbeda kanan dan kiri. Sampai ada teman yang meledek kalau itu hanya dua pasang sandal berbeda warna yang saling di tukar kanan dan kirinya.. hehe…

Paling tidak sandal ini bisa buat TP (tebar pesona) dan CP (cari perhatian) kalau di pakai jalan..

Catatan Harian ,

Bikin NPWP biar gak dikatain sama dunia…

September 24th, 2008

Hari ini,saya telah menjadi warga negara Indonesia yang sedikit lebih baik dengan memiliki NPWP. Karena, jika tidak punya NPWP, katanya tahun depan harus bayar pajak 20% lebih besar daripada tarif normal.

Tadi siang, sekitar jam 11 saya sampai di KPP Jakarta Pademangan tempat saya harus mendaftar sesuai dengan domisili saya. Mengisi formulir, kasi fotokopi KTP dan KK, tunggu sekitar satu jam… Jadi deh kartu NPWP nya. Dan sejak saat itu saya sudah tidak dikatain lagi sama dunia…hehe :-p . *Slogan DirJen Pajak: “Gak punya NPWP? Apa kata dunia?”* ;-)

Catatan Harian, Dunia Kerja ,

Waktu untuk diri sendiri

September 18th, 2008

Sore-sore, setelah menyelesaikan semua urusan yang harus diselesaikan, akhirnya saya terdampar di Dunkin Donuts di jalan Hayam Wuruk. Dengan segelas susu coklat, memanfaatkan fasilitas HotSpot yang tersedia dengan browsing tanpa arah dan sekedar chatting dengan beberapa teman. Akhirnya saya coba SMS beberapa teman untuk datang dan bergabung dengan saya melewati sore. Tapi, pada lagi ada urusan sehingga bisa datang mungkin malam.

Akhirnya, setelah battery notebook sudah melemah, dan tidak tersedianya colokan listrik, mau tidak mau kegiatan browsing-browsing harus dihentikan dan beralih dengan membaca buku. Selama kurang lebih satu jam saya mengisi waktu dengan membaca sambil mendengarkan musik melalui headphone, sampai akhirnya satu per satu teman-teman yang saya SMS bermunculan.

Sambil membaca dan menunggu, saya menerima SMS dari seorang teman yang katanya lagi “capek lahir batin”. Saya balas SMS nya dengan menyarankan untuk mengambil waktu untuk diri sendiri, dan menikmati kesendirian jauh dari hiruk pikuk teman, pekerjaan, dan lain sebagainya. Sehingga mungkin bisa sedikit menjernihkan pikiran yang selama ini kusut.

Saya sendiri, selama kurang lebih satu jam sendirian duduk di Dunkin Donuts, membaca sambil mendengarkan musik, membuat diri saya lebih relax, tanpa gangguan. Pikiran lebih santai dan bisa melihat berbagai hal yang terjadi dari berbagai sudut pandang dan merencanakan hari esok dengan cara pandang yang sedikit berbeda.

Bicara soal waktu, kita punya kebebasan untuk memanfaatkannya dan untuk siapa kita memberikan waktu kita. Ada waktu yang kita berikan untuk bercengkrama dengan keluarga, ada waktu untuk bersosialisasi dengan sahabat, ada waktu untuk berkutat dengan pekerjaan, namun di tengah-tengah itu semua, ada baiknya kita menyisipkan waktu untuk diri kita sendiri, agar jiwa terasa lega.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memberi waktu bagi diri kita sendiri. Saya pribadi mungkin lebih suka tidur di rumah ketika hari libur, atau mungkin duduk-duduk di kafe sambil baca buku atau sekedar mengamati sekeliling *belum dicoba, tapi mungkin suatu saat akan di coba*. Beberapa cerita dari teman, ada yang suka datang ke PM (baca: Pantai Mutiara) duduk-duduk menyeruput minuman ringan sambil memperhatikan orang-orang dan/atau tidak sengaja menguping pembicaraan orang-orang yang berdekatan…hehe.. Ada pula yang suka berdiam diri di kamar sendirian, dan mematikan HP, hingga seolah-olah hilang tertelan bumi, karena tidak bisa dihubungi sama sekali.

Beri sedikit ruang untuk diri sendiri, waktu untuk berdiam diri, terlepas dari segala bentuk sosialisasi dan interaksi dan nikmatilah… Sebelum kita terlalu lelah…

Catatan Harian ,