Archive

Archive for September, 2008

Crazy Sandal = Sandal Gaul

September 27th, 2008

Hari Kamis kemarin, setelah selesai meeting Essential Toastmasters Club, ada teman sesama member Toastmasters yang menawarkan sebuah sendal yang unik seperti gambar di samping. Keunikannya adalah warna yang berbeda kanan dan kiri. Sampai ada teman yang meledek kalau itu hanya dua pasang sandal berbeda warna yang saling di tukar kanan dan kirinya.. hehe…

Paling tidak sandal ini bisa buat TP (tebar pesona) dan CP (cari perhatian) kalau di pakai jalan..

Catatan Harian ,

Bikin NPWP biar gak dikatain sama dunia…

September 24th, 2008

Hari ini,saya telah menjadi warga negara Indonesia yang sedikit lebih baik dengan memiliki NPWP. Karena, jika tidak punya NPWP, katanya tahun depan harus bayar pajak 20% lebih besar daripada tarif normal.

Tadi siang, sekitar jam 11 saya sampai di KPP Jakarta Pademangan tempat saya harus mendaftar sesuai dengan domisili saya. Mengisi formulir, kasi fotokopi KTP dan KK, tunggu sekitar satu jam… Jadi deh kartu NPWP nya. Dan sejak saat itu saya sudah tidak dikatain lagi sama dunia…hehe :-p . *Slogan DirJen Pajak: “Gak punya NPWP? Apa kata dunia?”* ;-)

Catatan Harian, Dunia Kerja ,

Waktu untuk diri sendiri

September 18th, 2008

Sore-sore, setelah menyelesaikan semua urusan yang harus diselesaikan, akhirnya saya terdampar di Dunkin Donuts di jalan Hayam Wuruk. Dengan segelas susu coklat, memanfaatkan fasilitas HotSpot yang tersedia dengan browsing tanpa arah dan sekedar chatting dengan beberapa teman. Akhirnya saya coba SMS beberapa teman untuk datang dan bergabung dengan saya melewati sore. Tapi, pada lagi ada urusan sehingga bisa datang mungkin malam.

Akhirnya, setelah battery notebook sudah melemah, dan tidak tersedianya colokan listrik, mau tidak mau kegiatan browsing-browsing harus dihentikan dan beralih dengan membaca buku. Selama kurang lebih satu jam saya mengisi waktu dengan membaca sambil mendengarkan musik melalui headphone, sampai akhirnya satu per satu teman-teman yang saya SMS bermunculan.

Sambil membaca dan menunggu, saya menerima SMS dari seorang teman yang katanya lagi “capek lahir batin”. Saya balas SMS nya dengan menyarankan untuk mengambil waktu untuk diri sendiri, dan menikmati kesendirian jauh dari hiruk pikuk teman, pekerjaan, dan lain sebagainya. Sehingga mungkin bisa sedikit menjernihkan pikiran yang selama ini kusut.

Saya sendiri, selama kurang lebih satu jam sendirian duduk di Dunkin Donuts, membaca sambil mendengarkan musik, membuat diri saya lebih relax, tanpa gangguan. Pikiran lebih santai dan bisa melihat berbagai hal yang terjadi dari berbagai sudut pandang dan merencanakan hari esok dengan cara pandang yang sedikit berbeda.

Bicara soal waktu, kita punya kebebasan untuk memanfaatkannya dan untuk siapa kita memberikan waktu kita. Ada waktu yang kita berikan untuk bercengkrama dengan keluarga, ada waktu untuk bersosialisasi dengan sahabat, ada waktu untuk berkutat dengan pekerjaan, namun di tengah-tengah itu semua, ada baiknya kita menyisipkan waktu untuk diri kita sendiri, agar jiwa terasa lega.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memberi waktu bagi diri kita sendiri. Saya pribadi mungkin lebih suka tidur di rumah ketika hari libur, atau mungkin duduk-duduk di kafe sambil baca buku atau sekedar mengamati sekeliling *belum dicoba, tapi mungkin suatu saat akan di coba*. Beberapa cerita dari teman, ada yang suka datang ke PM (baca: Pantai Mutiara) duduk-duduk menyeruput minuman ringan sambil memperhatikan orang-orang dan/atau tidak sengaja menguping pembicaraan orang-orang yang berdekatan…hehe.. Ada pula yang suka berdiam diri di kamar sendirian, dan mematikan HP, hingga seolah-olah hilang tertelan bumi, karena tidak bisa dihubungi sama sekali.

Beri sedikit ruang untuk diri sendiri, waktu untuk berdiam diri, terlepas dari segala bentuk sosialisasi dan interaksi dan nikmatilah… Sebelum kita terlalu lelah…

Catatan Harian ,

Gaya Komunikasi

September 5th, 2008

Setiap hari kita sebagai manusia melakukan komunikasi dengan orang lain. Ya, karena kita adalah makhluk sosial yang perlu bersosialisasi. Nah, berdasarkan pengalaman saya bersosialisasi selama ini, tercetus ide untuk mengelompokkan orang-orang yang selama ini berkomunikasi dengan saya berdasarkan gaya (atau kebiasaan) nya. Dan inilah hasilnya:

  • Gaya SMS
    Tiada hari tanpa sms, bahkan untuk beberapa kasus yang ekstrem, ada istilah tiada jam tanpa sms. Orang-orang dengan tipe ini adalah orang-orang yang paling responsif dalam me-reply sms, dan juga paling rajin meng-sms orang. Memiliki tanda fisik berupa jempol yang udah kapalan. Paling semangat kalo liat iklan operator seluler yang lagi promosi sms gratis atau bonus sms.
  • Gaya Telpon
    Sering terlihat pakai headset dan komat kamit sendirian. Kalau yang sebelumnya tiada jam tanpa sms, kali ini tiada jam tanpa menelpon ataupun ditelpon. Mau lagi meeting, lagi hangout, lagi makan, minum, lagi buang air (besar ataupun kecil) itu headset tetep nempel di telinga, dan mulut komat kamit tanpa henti.
  • Gaya Email
    Perangkat blackberry adalah andalannya, dimana saja, kapan saja bisa kirim dan terima email. Walaupun ga semuanya punya blackberry. Yang ga punya, cukup puas dengan saling email-emailan dari komputer kantor seharian. Yang mungkin saking udah ga tau mau email apa lagi, semua email yang di terima di forward ke semua contacts yang ada di address book. Gaya ini bisa juga menunjuk pada orang-orang yang suka saling kasi comment ataupun berkirim pesan melalui Friendster ataupun Facebook.
  • Gaya Chatting
    Mirip dengan gaya sebelumnya, hanya saja yang ini lebih real time. Karena lawan komunikasi bisa langsung merespon di layar. Satu hari tanpa chatting rasanya seperti di penjara. Sangat piawai ketak-ketik di komputer, dari balik layar seolah-olah terlihat sedang sibuk bekerja, dengan senyum-senyum simpul dan tawa yang tertahan…*kelamaan di tahan jadinya tersalurkan dari bawah dalam bentuk kentut*
  • Gaya Empat Mata
    Kalau keempat gaya di atas memanfaatkan kecanggihan teknologi. Yang satu ini model yang paling kuno. Walaupun gaya paling kuno, tapi mungkin gaya ini lah yang paling baik dalam berkomunikasi, karena dengan gaya empat mata, kelima panca indera kita bisa terlibat secara aktif dalam proses komunikasi.
  • Tanpa gaya
    Ini buat yang lagi malas berkomunikasi. Entah karena lagi marah, lagi bete, bingung dan sebagainya. Berkomunikasi dengan diri sendiri.

Begitulah berbagai gaya yang sempat terpikirkan oleh saya. Walaupun mungkin ada gaya-gaya yang lain seperti mungkin gaya email jadul alias gaya surat menyurat via pos, yang sudah tidak pernah saya lakukan lagi. Walaupun begitu masih cukup eksis, buktinya kantor pos masih tetap berdiri… hehe…

Uncategorized , , , , ,