Boros Makan
Mencatat pengeluaran setiap hari… Penting gak sih? Dalam perencanaan keuangan pribadi, hal tersebut penting dan bisa membantu menganalisa, kemanakah sebagian besar pengeluaran kita di alokasikan. Apakah untuk makan, untuk bermain, untuk jalan-jalan dan lain sebagainya. Ironisnya, saya sendiri yang notabene memiliki cap seorang ‘Perencana Keuangan’, tidak di siplin mencatat pengeluaran saya setiap harinya. hehe…
Tapi, bulan ini saya mencoba mencatat pengeluaran saya setiap harinya, walaupun masih bolong-bolong kadang nyatet kadang lupa atau malas. Dari sana saya menjadi agak lebih sadar, kemana perginya uang saya selama ini. Ternyata sebagian besar uang saya banyak yang berpindah ke dompet para penjual makanan. Dari penjual makanan gerobakan, di pinggir jalan yang kata orang ‘SoGo’ atau ‘Sonoan Got Dikit’, restauran fast food, sampai dengan rumah makan di mall, dari yang kelas mahasiswa sampai yang kelas eksekutif yang harganya lumayan menguras isi ATM, yang mana sebenarnya saya belom pantas makan disitu kalau dilihat dari penghasilan saya saat ini.
Saya biasanya makan bersama dengan teman-teman, sambil makan kita ngobrol mengenai pekerjaan, masalah hubungan antar manusia a.k.a percintaan, sedikit bergosip, bercanda dan ngobrol ngalor ngidul gak jelas. Dan tempat makan biasanya ditentukan dengan siapa saya makan, yang penting semuanya merasa nyaman. Dan, biasanya obrolan yang terjadi ketika makan lebih berbobot, karena diutarakan dari hati ke hati. Istilahnya ketika mulut kita terbuka, hati juga ikut terbuka. Maknya kalo mau curhat (baca: curahan hati), lakukanlah sambil makan. Atau setidaknya sambil ngemil.
Akhir kata, saya sadar saya boros dalam hal makan. Tapi makan bersama punya seni dan kesenangan tersendiri. Jadi saya perlu kerja lebih giat, untuk mendapatkan uang lebih banyak, sehingga saya bisa lebih leluasa makan.
Pertanyaannya: Apakah kita bekerja untuk makan, atau makan untuk bekerja?


saya nyatet semua pengeluaran, sampe ke sen terkecil.
Sudah jalan 3 tahun lebih nih nyatet pengeluaran, jadi saya tau berapa persen income saya habis buat housing, telepon, transport, groceries, dan fun. Oya, juga buat nabung.
Believe me, nyatet pengeluaran gini berguna kok. Akhir bulan bisa dianalisa tuh catetan.
emang bener kudu nyatet biar kita tau seberapa besar kebutuhan kita n seberapa besar tabungan qta, biar ntinya kita bisa buat planning tuk kelanjutan study kita ato masa depan biar ga minta mulu ma ortu malukan? pertama nyatet selanjutnya kita bisa analisis penting ato tidaknya sesuatu yang kita beli. klo urusan makan yang penting cukup gizi n ga berlebihan klo masalah tempat yaaaa yg qualified aja.