Financial Personality
Apr 2nd, 2008 by alex.wawo
Zaman dahulu kala, dalam memetakan kepribadian manusia, orang Yunani menggunakan faktor dominan manusia untuk mengklasifikasikan dalam beberapa tipe. Beberapa tipe tersebut adalah melancholic, sanguine, choleric dan phlegmatic yang kemudian dipopulerkan oleh Florence Littauer dalam bukunya berjudul Personality Plus.
Seperti halnya kepribadian manusia, respons kita terhadap kondisi keuangan yang kita miliki ditentukan pula oleh kepribadian kita. Masalahnya adalah, apakah kita sudah mendapatkan knowledge yang cukup mengenai bagaimana mengelola kekayaan?
Beberapa waktu lalu saya membaca suatu artikel menarik yang ditulis Lisa Smith, seorang pengelola kekayaan dari Amerika. Dalam artikel tersebut, Lisa menggolongkan kepribadian masyarakat menjadi lima tipe berdasarkan cara mereka menggunakan kekayaannya. Kelima tipe tersebut adalah Big Spenders, Savers, Shoppers, Debtors dan Investor.
BIG SPENDERS
Orang-orang yang sangat fashionable yang hampir tidak pernah melakukan tawar menawar dalam membeli suatu produk misalnya rumah mewah di hunian eksklusif, mobil mewah, peralatan teknologi mutakhir, dan barang bermerk lainnya. Mereka yang tergolong dalam tipe ini merasa nyaman dalam mengeluarkan uang, tidak takut utang dan sering mengambil risiko besar dalam melakukan investasi.
SAVERS
Kebalikan dari Big Spenders, orang-orang dalam tipe savers merupakan tipe konservatif yang tidak menyukai risiko tinggi dalam melakukan investasi, jarang sekali belanja dengan menggunakan kartu kredit atau melakukan pinjaman. Orang-orang dalam tipe savers umumnya tidak peduli dengan tren mode terbaru. Mereka justru merasa nyaman membaca rekening koran yang dikeluarkan institusi keuangan tempat mereka melakukan investasi.
SHOPPERS
Yang termasuk dalam tipe ini adalah orang-orang yang senang membelanjakan uang bahkan untuk barang-barang yang sebetulnya tidak mereka butuhkan. Mereka mengeluarkan uang mendapatkan hiburan yang mereka inginkan dan tidak segan dalam melakukan penawaran untuk harga yang mereka anggap cocok. Menariknya, orang-orang dalam tipe ini sadar dengan kebiasaan mereka tersebut dan utang yang ditimbulkan akibat kebiasaan mereka.
DEBTORS
Tipe ini merupakan tipe yang “paling” parah dari semua tipe yang ada. Pepatah zaman dahulu kala “besar pasak daripada tiang” merupakan gambaran yang cocok untuk orang-orang tipe ini. Dalam keseharian mereka, utang sudah menjadi akar permasalahan mereka dan “gali lubang tutup lubang” merupakan kebiasaan orang-orang tipe ini.
INVESTORS
Tipe investors adalah tipe yang paling ideal. Orang-orang yang tergabung dalam tipe ini sangat “melek finansial”. Mereka sangat terpacu sekali untuk mendapatkan “passive income” untuk memenuhi kebutuhan mereka baik sekarang maupun di masa mendatang.
*
Nah, tipe manakah Anda saat ini? Jika Anda telah mengetahui pada tipe manakah Anda berada saat ini, berikut saran yang dapat diberikan untuk masing-masing tipe.
BIG SPENDERS
Cobalah untuk mengalihkan pola belanja Anda dari konsumtif menjadi produktif. Kurangi kebiasaan Anda tersebut dengan membedakan mana yang termasuk kebutuhan atau keinginan dalam pola belanja Anda. Mulai tingkatkan saving Anda dengan cara melakukan investasi pada produk-produk investasi yang memberikan return (dan juga risiko) cukup tinggi kepada Anda misalnya reksa dana campuran atau saham. Bukankah kita akan merasa nyaman berbelanja dengan menggunakan return yang kita peroleh dari investasi yang kita lakukan dibandingkan menggunakan pokok pendapatan kita?
SAVERS
Menabung adalah hal yang sangat positif. Salah satu kunci kesuksesan finansial adalah meminimumkan risiko dan mengoptimalkan return. Masalahnya adalah apakah Anda sudah mengoptimalkan return Anda? Jika kita melihat situasi perekonomian saat ini dimana tingkat inflasi mencapai 6,5% dan tingkat bunga tabungan di beberapa bank berkisar antara 3-5% maka yang terjadi adalah “killing me softly“. Sangatlah bijak untuk mulai mencari produk infestasi yang memberikan return lebih tinggi dibandingkan inflasi misalnya reksa dana pendapatan tetap yang memiliki risiko lebih kecil namun mampu memberikan stabilitas return diatas inflasi pada umumnya.
SHOPPERS
Jangan tergiur program cicilan kartu kredit ataupun program lainnya yang menggiurkan. Dan yang lebih penting, buat komitmen menyisihkan pendapatan minimum 10% setelah menerima pendapatan (gaji) dan jangan menunggu hingga akhir bulan (yang sering terjadi adalah tidak ada sisa dana untuk saving). Buat rekening baru yang dapat digunakan untuk investasi Anda tersebut dan pastikan dana dalam rekening tersebut tidak mudah untuk Anda ambil. Ingat!!! If you fail to plan, you plan to fail.
DEBTORS
Langkah awal dalam merencanakan kekayaan individu secara sehat adalah memastikan individu tersebut tidak memiliki utang. Jika Anda tergabung dalam kelompok ini, segera gunting kartu kredit Anda semua!!! Pastikan Anda membayar semua tagihan kartu kredit Anda. Benahi kondisi kekayaan Anda. Segera mencari pertolongan dari konsultan (pengelola kekayaan) yang dapat membantu Anda memberikan solusi atas masalah utang yang membelit Anda.
INVESTORS
Selamat!!! Anda telah melakukan hal yang luar biasa. Selesaikan apa yang telah Anda mulai dan tetap ut to date dengan informasi-informasi berkaitan dengan kegiatan investasi yang Anda lakukan.
Suatu survei yang pernah dilakukan lembaga asuransi di Amerika Serikat menyebutkan, dari 100 orang yang mencapai masa pensiun, hanya ada satu orang yang benar-benar pensiun dengan kebebasan finansial. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mereka tidak pernah memutuskan untuk pensiun kaya, dan jika mereka telah mengambil keputusan untuk pensiun kaya, mereka suka menunda hingga mereka sudah terlambat untuk menyadarinya.
Majalah INVESTOR APRIL 2008 * X/178 (hal. 112-113)
Oleh: Jimmy Dimas Wahyu Indraseno, CWM*
*) Head of Economic Department Ma Chung University, Wealth Management Consultant, Motivator, Trainer and Speaker

GREAT ARTICLES!!
Gua kayanya yg tipe shopper deh… eh bukan, yg tipe saver deh (omong kosong lol). what about you brur? i think you’re the investor one ^^
saya pribadi mungkin termasuk tipe “BIG SPENDERS” yang sedang belajar untuk menjadi seorang “INVESTOR”…
Salam Luar Biasa,
Very Good Blog, Mr. Alex!
Well Done.
Sukses selalu.
Jimmy Dimas Wahyu I