Tahan Banting

November 29th, 2009 1 comment

Hari Rabu kemarin, laptop saya tercinta harus menghadapi ujian tahan banting…*lebih tepatnya terjatuh sih. Karena duduk di kursi lipat yang ada mejanya seperti kursi kuliah itu, ketika berdiri nggak sengaja laptop yang lagi nyala tersenggol dan… *prang…. (bunyinya nggak sedramatis itu sih) jatuhlah laptop tercinta ini. Hal pertama yang saya syukuri adalah laptop saya masih menyala dan dapat berfungsi dengan baik, meskipun beberapa bagian casing nya, antara lain speaker dan casing penutup LCD pecah dan retak. Buktinya saya masih bisa update blog di laptop saya tercinta ini. Akhirnya keesokan harinya saya keliling cari onderdil pengganti bagian yang retak dan pecah itu. Casing LCD yang retak bisa di ganti walaupun warna nya beda (aslinya merah marun menjadi warna silver) dan bagian speaker yang pecah harus nunggu sebulan untuk dipesankan barangnya dulu. Walaupun bentuknya nggak seindah baru, tapi jadi unik karena warna warni, setidaknya masih bisa berfungsi dengan baik.

Dari insiden ini saya mendapat sedikit pencerahan dan ingin berbagi mengenai sebuah filosofi tahan banting. Pernah dengar promosi produk yang mengatakan “tahan banting”, “tahan api”, “anti air” dan lain sebagainya? Bagaimana cara membuktikannya? Tentu saja dengan dibanting kalau memang produk tersebut di claim “tahan banting”. Nah kalau dikait-kaitkan dengan kehidupan nih, ada juga orang yang di sebut “tahan banting” atau “bermental baja” yang walau sudah di “banting” oleh berbagai hal tetap bisa hidup. Tapi bisa hidup bukan sekedar hidup, melainkan tetap bisa berfungsi sebagaimana seharusnya, seperti laptop saya. Memang sih bentuknya ada yang berubah, bisa jadi nggak terlalu bagus lagi, tapi masalahnya adalah nggak perduli bentuknya bagus atau kurang bagus yang penting bisa berfungsi, daripada bentuk bagus tapi nggak bisa berfungsi sebagaimana seharusnya. Malah dengan insiden “terbanting” ini, saya berinisiatif mengupgrade HDD (hard disk drive) dengan kapasitas yang lebih besar. Bukan karena yang lama rusak, tapi karena udah kadong dibongkar-bongkar ya di ganti sekalian dengan yang lebih bagus, yang lama saya pakai sebagai hard disk external. Nah begitu juga dengan manusia “tahan banting”, setelah dibanting dan terbating, masih bisa berfungsi dengan baik walaupun babak belur, tapi juga bise meng-upgrade diri sehingga bisa berfungsi dengan lebih baik.

Mungkin kita dibanting oleh krisis, keadaan yang *kata orang* serba sulit, dan tekanan dari sana sini. Tapi kalau mau membuktikan kita adalah pribadi yang “tahan banting” alias berkualitas, kita harus tetap produktif dan malah bisa meng-upgrade diri menjadi lebih baik lagi.

Categories: Catatan Harian Tags:

Jadwal Hidup

October 27th, 2009 No comments

jadwal hidup“, kata ini muncul hari ini dalam korespondensi saya dengan seorang kawan via Facebook. Ceritanya kawan saya ini hendak mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang training, communication dan media. Dia sudah punya website sendiri, tapi dalam pengembangannya tersendat karena salah satu orang yang hendak menolong dalam proses pengambangan web tersebut tidak punya jadwal hidup. Begitulah cerita kawan saya, lantas saya tanya “maksudnya jadwal hidup itu apa?”

“Nggak punya jadwal hidup itu, menurutku begini: Ada orang yang nggak bisa bilang iya untuk sebuah tidak. Atau sebaliknya. Ada orang yang bikin jadwal tapi tak ditepati, dan ‘pura-pura’ lupa, atau ngeles. Nah inilah orang yang tidak punya jadwal hidup.”

Saya lagi berusaha mencerna jawaban kawan saya itu. Nggak punya jadwal hidup = punya jadwal mati.

Categories: Catatan Harian Tags:

Popart with Photoshop

October 17th, 2009 No comments

Bfore and After

Inilah hasil nongkrong di depan laptop hari ini. Mempraktekan ilmu Photoshop yang sedang dipelajari, mencoba berkreasi. Kebetulan Nia Ramadhani sedang beruntung, karena dari sekian banyak foto, fotonya yang terpilih untuk saya modifikasi.

Categories: Design Tags: ,

Paket Hikmat: Umur Panjang, Kekayaan dan Kehormatan

September 29th, 2009 3 comments

Hidup itu soal memilih. Apa yang terjadi dalam hidup ini sebagian besar diakibatkan oleh pilihan. Memang beberapa hal tidak bisa dipilih, seperti siapa orang tua kita, di mana kita dilahirkan (ini pilihan orang tua kita mau melahirkan kita di mana), jenis kelamin kita, dan beberapa hal lainnya. Tapi selebihnya, kita diperhadapkan dengan pilihan, paling tidak memilih diantara dua pilihan, atau malah memilih satu diantara banyak pilihan – dan inilah yang lebih sering terjadi.

Mulai dari pilihan mau sekolah di mana, mau melanjutkan kuliah atau tidak, mau kerja apa, pilih perusahaan yang mana, mau kencan dengan siapa, mau menikah atau hidup melajang, mau punya anak berapa, mau menyekolahkan anak di mana, mau masak apa hari ini, dan banyak pilihan lainnya yang mau tidak mau harus dipilih.

Dalam sejarah, ada satu orang yang terkenal paling jago memilih, namanya Salomo. Ya, sejarah mencatat Raja Salomo sebagai orang yang paling berhikmat dan juga paling kaya yang pernah hidup di muka bumi ini. Bahkan Bill Gates atau Warren Buffet yang dikenal sebagai orang paling kaya di dunia saat ini, masih kalah dibandingkan dengan Raja Salomo, bahkan mungkin kekayaan yang dimiliki oleh Salomo jauh melebihi kekayaan negara paling kaya saat ini.

Apa sebab? Itu semua akibat dari kepiawaian Salomo dalam menentukan pilihan. Dimulai dari awal karir Salomo sebagai seorang raja, ketika dia masih sangat muda dan belum berpengalaman – mungkin Salomo adalah raja paling muda yang pernah ada (menurut pemahaman saya secara sekilas, belum ditelusuri lebih lanjut melalui pendalaman Alkitab), Salomo berdoa meminta hikmat dari Tuhan, ketika Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi. Dan menurut Tuhan, apa yang diminta oleh Salomo itu baik, karena Salomo tidak minta umur panjang, kekayaan atau nyawa musuhnya, Tuhan juga memberikan apa yang tidak diminta oleh Salomo, yaitu kekayaan, kemuliaan dan umur panjang.

Hei, apakah ini bonus? Minta hikmat dapat berkat? Ternyata bukan, karena saking berhikmatnya Salomo, maka dia menjadi peka dalam melakukan pilihan. Sebagai contoh, waktu ada dua orang perempuan yang berebut anak, Salomo dengan bijak bisa mengetahui siapa sebenarnya ibu dari anak yang diperebutkan itu. Salomo juga didatangi orang-orang dari segala bangsa, termasuk raja-raja dari seluruh bumi untuk mendengarkan hikmatnya. Lantas apa hubungannya sama kekayaan?

Coba deh bayangkan kalau Salomo hidup di masa sekarang. Dengan hikmat yang seperti itu, Salomo bisa peka dalam memilih investasi, mau investasi di mana, atau mau berbisnis apa, kapan harus beli saham, mau beli mata uang apa, dan lain sebagainya. Warren Buffet yang nggak sepintar Salomo aja bisa jadi salah satu orang terkaya saat ini, apalagi Salomo. Selain itu, Salomo juga menjadi pembicara internasional, menulis buku-buku Best Seller. Bayangkan deh, berapa banyak kekayaan yang bisa didapatkannya, selain itu juga namanya terkenal sampai ke seluruh dunia.

Rekan-rekan, untuk lebih menghayati apa yang telah saya ceritakan sebelumnya, ada baiknya rekan-rekan membaca juga dari Alkitab:

  • 1 Raja-raja 3:4-14
  • 1 Raja-raja 4:29-34
  • 2 Tawarikh 1:7-12
  • Amsal 3:1-26

Amsal 3:13
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,

Amsal 3:16
Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

Ada orang yang berumur panjang, tapi berkekurangan. Ada orang yang kaya raya tapi harus menjual hartanya demi umur yang lebih panjang beberapa bulan. Ada orang yang berumur panjang, punya kekayaan tapi tidak punya kehormatan, dibenci banyak orang.

Tapi, jika hikmat itu ada, maka umur panjang, kekayaan dan kehormatan itu ada dalam kedua genggaman tangan kita. Umur panjang untuk menikmati kekayaan dan kehormatan.

Jadi, saya sedang dalam proses mencari hikmat, harus banyak bergaul sama orang paling berhikmat dan juga Sumber Hikmat. Sehingga saya bisa berumur panjang, sehat dan sejahtera, sukses dan dihormati orang…*loh kok seperti ucapan selamat ulang tahun ya? hehehe*

A Series of Unfortunate Event

September 16th, 2009 1 comment

“Do You believe in LUCK?” Percaya nggak sih kamu kalau keberuntungan alias hoki itu exist? Kalau iya, maka kamu juga harus menerima kenyataan kalau keberuntungan itu terdiri dari “GOOD” dan “BAD”, itu sudah satu paket. 

The BAD (or not so good) part happen to me yesterday.  Sejak dari pagi saya sudah punya feeling yang kurang enak, kok rasanya jantung berdebar lebih cepat padahal lagi nggak di kejar anjing. Badan juga rasanya kurang fit, padahal hari sebelumnya sudah makan dengan teratur dan tidur yang cukup. Sudah mandi pagi dengan air dingin, minum segelas kopi susu, tapi perasaan aneh itu nggak pergi juga.

Pergi ke kantor dengan sederet list nama orang yang harus saya telpon, dan semuanya berakhir dengan hasil yang tidak baik. Sore hari nya saya mendapati sol sepatu saya patah.. Hei, ini sepatu baru, umurnya baru sekitar tiga bulan, dibeli dengan harga yang lumayan nggak murah. Sore harinya sekitar jam 4 saya pergi ke Plaza Semanggi, sekalian janjian ketemu MoniQ, temen baru yang sudah lama nggak ketemu. Sebelum ketemu MoniQ yang masih dalam perjalanan, saya ngantri di depan ATM Bank Mandiri untuk ngambil uang, berhubung dompet saya sudah hampir kosong. Ternyata orang yang ngantri di depan saya mendapati ATM-nya nggak bisa melakukan transaksi, akhirnya saya pindah ke ATM Bank Niaga yang termasuk dalam jaringan ATM Bersama, dan melakukan transaksi penarikan tunai… TRANSAKSI GAGAL… praktis sore itu kartu plastik di dompet saya nggak bisa berfungsi, dan saya harus pasrah dengan hanya selembar uang 10 ribu, beberapa lembar uang 5 ribu  dan seribu-an. Akhirnya saya menuju food court, membeli sebotol air mineral, dan duduk diam sendirian menunggu MoniQ.

Sekitar 15 menitan, datanglah MoniQ, duduk di sebelah saya dan langsung mengeluarkan kertas folio, dan menyalin tugas kuliah yang akan di kumpulkan dalam beberapa jam kedepan. Kami ngobrol ini dan itu sampai MoniQ selesai menyalin tugas, dan sudah harus masuk kelas. Maka kamipun berpisah, MoniQ menuju kampusnya di sebelah Plaza Semanggi, dan saya menuju parkiran motor di basement.

Belum berakhir…
karcis parkir HILANG… harus isi formulir, bayar denda 10 ribu rupiah, dan akhirnya saya diijinkan pulang. Sampai di rumah, mandi lagi dengan air dingin.

Keesokan harinya, yaitu hari ini…
Saya mencetak buku rekening saya, dan mendapati uang saya berkurang, karena transaksi yang gagal kemarin. Dan untuk proses pengembalian nya butuh waktu sekitar 3 minggu.