Untuk menjadi juara, Anda harus jadi yang terbaik; kalau Anda bukan yang terbaik, berpura-puralah demikian.
Ada banyak hal yang dapat diungkapkan tentang visualisasi kesuksesan Anda. Saya tidak sedang membual: Saya sedang berbicara tentang memiliki sebuah gambaran yang jelas di kepala Anda tentang hal-hal yang ingin Anda raih.
Saya berani menjamin bahwa, jika Anda bertanya kepada seorang peraih medali emas Olimpiade apakah ia hanya berusaha keras hari itu dan berharap yang terbaik, jawabannya tentu tidak. Ketika mereka berada di titik awal, mereka sudah membayangkan diri mereka menyelesaikan pertandingan di urutan pertama. Faktanya, hanya satu orang yang dapat memenagkan pertandingan. Keterampilan dan kekuatan memang berpengaruh, tetapi sikap sang pemenang itulah yang menjadi faktor penentu.
Sebagian pembaca buku ini mungkin belum berhasil meraih apa yang diinginkan. Jangan biarkan hal itu membuat Anda berhenti berpikir seperti seorang juara.
Saya berjanji bahwa, jika Anda mulai mengubah pemikiran Anda dan mulai beraksi seperti seorang juara, Anda akan segera merasakan hasilnya.
copy paste dari buku karangan Justin Herald, “Anda bagus, Saya lebih bagus! slogan-slogan para pemenang” Terbitan BIP.
Saya teringat ucapan seorang pembicara dalam sebuah seminar “Kalau Anda ingin menjadi manajer, maka berpakaianlah layaknya manajer, bersikaplah layaknya manajer, bertindak dan bekerjalah layaknya manajer.”
Pada beberapa perusahaan, menjadi seorang manajer atau leader (khususnya pada divisi sales dan marketing) sudah memiliki sistem tersendiri. Misalnya dengan target tertentu dan jumlah team yang berada dibawah naungan kita. Jadi untuk menjadi seorang leader tidak tergantung pada atasan, melainkan tergantung pada diri sendiri.
Saya sendiri sedang dalam perjalanan menuju kursi yang bernama “Unit Manager“, di mana saya harus memenuhi target penjualan pribadi dan merekrut orang-orang untuk bergabung dalam team saya. Karena tentu saja yang namanya pemimpin harus memiliki pengikut. Merekrut orang untuk bergabung dalam team kita, memiliki keunikan tersendiri. Karena kita harus bisa meyakinkan orang untuk mengikut kita, yang mungkin tidak mudah. Menjadi seorang leader ternyata tidak di mulai ketika kita resmi mendapatkan gelar “Unit Manager“, melainkan dimulai sejak kita mencanangkan tujuan untuk menjadi seorang “Unit Manager“.
Hari ini, saya bertemu dengan seorang fundraiser dari salah satu LSM Internasional yang hendak saya rekrut untuk masuk ke dalam team saya. Kami bertemu jam 7 malam di Plaza Semanggi, dan kita memulai obrolan kami sambil makan malam. Di awali dengan obrolan ringan yang mungkin bisa di sebut basa-basi, yang sebetulnya bermanfaat juga untuk saling mengenal lebih baik. Dan kemudian saya mulai menjelaskan mengenai bisnis yang sedang saya tekuni.
Hari ini saya menggunakan pakaian yang rapi, dengan kameja tangan panjang, celana hitam dan sepatu kulit. Mungkin cara saya berpakaian sedikit banyak memberikan kharisma seorang pemimpin….hehe…., sehinga kawan saya ini mau mendengarkan penjelasan saya. Saya juga menjelaskan dengan nada yang antusias dan seolah-olah saya sudah “cukup” berhasil. Terinspirasi dari kata-kata Justin Herald dan kutipan pembicara seminar di atas, saya berusaha menyampaikan sebuah pesan bahwa “Hei, saya adalah seorang leader, dan kamu bisa percaya pada saya”. Dan tentu saja saya harus membuktikan hal itu di kemudian hari.
Karena saya berbicara dengan antusias, maka kawan sayapun ikut antusias. Yah, antusiasme itu menular, dan seorang pemimpin harus selalu antusias. Dan juga saya berusaha menyampaikan ide-ide saya dengan bahasa yang sederhana. Karena orang mau mengikut kita, bukan karena kita terlihat hebat dengan segala kerumitan yang kita ciptakan, melainkan karena kita bisa menyederhanakan segala sesuatu sehingga mudah di pahami. Seperti kata Colin Powell, mantan menlu AS “Pemimpin yang hebat umumnya adalah penyederhana yang hebat”.
Catatan Harian, Dunia Kerja leader, manager, pemimpin